SEJARAH GEREJA SANTA

  • 1950

    Awal berdirinya Gereja Santa dimulai oleh beberapa keluarga Katolik di kawasan Kebayoran Baru. Setelah dikumpul-kumpulkan, sejak tahun 1951, Ekaristi bisa diadakan setiap hari Minggu di rumah kediaman keluarga Hofland. Jumlah umat sekitar 40 orang

  • 1952

    Dengan pesatnya pertumbuhan kawasan Kebayoran Baru, pada pertengahan tahun 1952 jumlah umat mencapai 1.500 orang. Oleh karena itu, sangat dirasakan perlunya gedung Gereja. Lalu umat untuk sementara bergabung dengan paroki Blok B.

  • 1955

    Akhirnya, 16 Maret 1955, umat berhasil mendapatkan lahan seluas 2980 meter persegi, dengan Occupatie Vergunning No. 1573, di Jl. Suryo 62, yang kemudian dibangun menjadi Gereja SPMR.

  • 1956

    Gereja Santa Perawan Maria Ratu—selanjutnya disingkat Gereja SPMR—yang berkapasitas 400 orang, diberkati oleh Mgr. A. Djajasepoetra, SJ pada 1 Juni 1956. Tanggal tersebut dipakai sebagai tonggak berdirinya Gereja SPMR. Sejak saat itu, Gereja SPMR berdiri sebagai paroki mandiri dengan buku baptis sendiri.

  • 1970

    Pengurus Gereja dan Dana Papa Roma Katolik Gereja Santa Perawan Maria Ratu dibentuk melalui surat keputusan Uskup Agung Jakarta, Mgr. A. Djajasepoetra, SJ, nomor 54/B5-2/70 tanggal 28 Januari 1970. Jumlah umat mencapai lebih dari 4.000 orang

  • 1974

    Pada 29 April 1974, dimulai perluasan Gereja untuk menampung hingga 600 umat dan pembangunan gedung serba guna dua tingkat.

  • 1975

    Pemberkatan gedung baru dilakukan Mgr. Leo Soekoto, SJ pada 27 Desember 1975.

  • 1981

    Pada usia 25 tahun (1 Juni 1981), Gereja SPMR memiliki 29 lingkungan dengan 7 wilayah. Jumlah umat lebih dari 5.400 orang.

  • 2004

    Dengan adanya kebutuhan perluasan Gereja karena jumlah umat yang terus berkembang pesat, maka diputuskan untuk membangun Gereja Baru dengan lokasi di sebelah Gereja Lama. Pembangunan gereja baru diawali dengan peletakan batu pertama oleh JB. Martosudjito, SJ 9 Mei 2004 dan selesai setahun kemudian.

  • 2006

    Mendekati usia 50 tahun, 1 Juni 2006, Gereja SPMR memiliki gedung Gereja baru. Gedung Gereja lama tetap dipertahankan dengan daya tampung 400 orang dan gedung Gereja baru menampung 800 orang. Setelah pembangunan gedung Gereja baru selesai, gedung Gereja lama direnovasi pada Agustus 2006 sampai dengan Oktober 2006 semasa R. Maryono, SJ sebagai pastor kepala. Gereja baru dan bangunan gedung paroki berlantai dua menempel satu sama lain. Di bawahnya dilengkapi basement yang sekarang ini dipakai sebagai aula dan ruang-ruang pertemuan. Luas seluruh bangunan basement 1875 meter persegi, sedangkan luas lahan seluruh kompleks Gereja 3475 meter persegi. Luas bangunan lama 391 meter persegi.

  • KINI

    Kini jumlah umat sebanyak 3.310 orang. Jumlah umat yang tercatat sebagai warga paroki SPMR menurun mengingat beberapa kawasan pemukiman sudah diubah menjadi kawasan perkantoran atau kawasan niaga. Namun pada hari Sabtu dan Minggu, banyak umat dari luar paroki datang untuk mengikuti Ekaristi mengingat letak Gereja yang strategis dan mudah diakses.


PARA IMAM YANG PERNAH BERKARYA DI GEREJA SANTA